Public relations (PR) bukan sekadar aktivitas menyampaikan pesan perusahaan kepada publik. PR juga berperan memahami kebutuhan, perilaku, dan konteks audiens agar komunikasi yang dibangun terasa relevan dan bermakna. Hal ini terlihat dari Hear in Hijab, inovasi Wardah bersama Dentsu Creative Jakarta dan Digital Nativ yang meraih Bronze Lion di Cannes Lions 2026 dalam kategori Brand Experience & Activation – Cultural Engagement.
Menariknya, kekuatan Hear in Hijab tidak hanya terletak pada teknologinya. Ide tersebut berangkat dari persoalan nyata perempuan berhijab yang menggunakan alat bantu dengar, lalu diterjemahkan menjadi solusi yang mempertimbangkan kebutuhan pengguna sekaligus konteks budaya.
Lantas, apa yang bisa dipelajari praktisi PR dari keberhasilan tersebut? Simak tiga pelajaran pentingnya dalam artikel berikut.
Pahami Masalah Audiens, Baru Bangun Strategi Komunikasi Korporasi
Dalam komunikasi, perusahaan sering kali memulai proses dari pertanyaan, "Apa yang ingin kita sampaikan?" Padahal, pertanyaan yang lebih strategis adalah, "Apa yang sedang dialami audiens kita?"
Hear in Hijab menunjukkan pentingnya perubahan cara berpikir tersebut. Solusinya lahir karena terdapat persoalan spesifik ketika alat bantu dengar konvensional digunakan bersama hijab.
Bagi praktisi PR, pendekatan ini berarti riset tidak boleh berhenti pada survei atau data demografis. Tim komunikasi perlu memahami kebiasaan, keresahan, bahasa, nilai, hingga pengalaman sehari-hari audiens.
Di sinilah human insight menjadi penting. Data dapat menunjukkan bahwa suatu kelompok memiliki kebutuhan tertentu, tetapi observasi dan percakapan mendalam membantu menjelaskan alasan di balik kebutuhan tersebut.
Pendekatan semacam ini juga relevan untuk perusahaan yang ingin membangun reputasi. Pesan yang terasa dekat biasanya muncul ketika perusahaan memahami kehidupan publiknya, bukan sekadar memahami profil konsumennya. Hal ini sejalan dengan prinsip strategi komunikasi korporasi yang berlandaskan pemahaman mendalam terhadap stakeholder.
Ketika Insight Lokal Menjadi Kekuatan Global
Ada anggapan bahwa komunikasi yang ingin mendapatkan perhatian global harus dibuat universal sejak awal. Padahal, Cannes Lions 2026 justru memberikan contoh bahwa insight yang sangat lokal dapat memiliki daya resonansi yang luas.
Dalam salah satu penilaian Cannes Lions 2026, karya Coquí Alarmed dari Hyundai Puerto Rico juga dipuji karena berangkat dari hyper-local insight, tetapi mampu mendapatkan apresiasi universal.
Hal yang sama dapat dibaca dari Hear in Hijab. Persoalannya sangat spesifik terhadap pengalaman perempuan berhijab, tetapi gagasan mengenai aksesibilitas, kenyamanan, inklusi, dan desain yang memahami manusia dapat dipahami lintas budaya.
Google juga mencatat adanya kecenderungan masyarakat Indonesia untuk tetap terhubung dengan budaya global sambil merayakan identitas lokalnya.
Artinya, perusahaan tidak selalu perlu menghilangkan karakter lokal untuk terlihat modern atau global. Justru karakter lokal dapat menjadi pembeda ketika kompetitor menggunakan pesan yang semakin seragam.
Bagi PR, hal ini bisa diterapkan saat menyusun kampanye. Jangan hanya memastikan pesan mudah dipahami semua orang, tetapi pastikan pesan tersebut dekat dengan kehidupan dan pengalaman audiens sehingga mereka merasa terhubung. Artikel mengapa komunikasi strategis kini menjadi agenda direksi membahas bagaimana insight lokal mendorong keputusan strategis di tingkat kepemimpinan.
Praktisi PR Perlu Mengubah Insight Menjadi Experience
Insight yang bagus tidak akan banyak berarti jika berhenti sebagai temuan dalam laporan riset. Tantangan berikutnya adalah mengubah insight tersebut menjadi pengalaman yang dapat dirasakan publik.
Pada Hear in Hijab, persoalan pengguna diterjemahkan menjadi desain alat bantu dengar dengan penerima suara yang ditempatkan pada aksesori seperti bros di luar hijab.
Ini memberikan pelajaran penting bagi PR. Komunikasi yang kuat tidak selalu berbentuk kampanye atau konten. Terkadang, bentuk komunikasi terbaik justru berupa perubahan pada produk, layanan, customer experience, komunitas, atau cara perusahaan berinteraksi dengan publik.
Pendekatan ini semakin penting ketika audiens menghadapi banjir konten setiap hari. Pesan yang hanya mengatakan bahwa sebuah brand "peduli terhadap konsumen" mudah dilupakan.
Sebaliknya, ketika kepedulian tersebut diwujudkan dalam pengalaman nyata, publik memiliki sesuatu untuk dirasakan dan diceritakan kembali.
Dalam PR, hal ini juga memperluas peran komunikasi. PR tidak lagi hanya menjadi fungsi yang mengomunikasikan apa yang sudah dibuat perusahaan, tetapi dapat terlibat sejak tahap menemukan masalah, merumuskan solusi, hingga membangun narasi di sekitarnya. Studi kasus rebranding dan positioning korporasi multi-sektor menunjukkan bagaimana insight konsumen diwujudkan menjadi pengalaman brand yang utuh.
Penutup: Strategi Komunikasi Korporasi yang Relevan
Kemenangan Hear in Hijab di Cannes Lions 2026 menunjukkan bahwa ide yang kuat tidak selalu dimulai dari tren global. Sering kali, ide tersebut justru muncul dari kemampuan melihat persoalan yang sangat dekat, memahami konteksnya, lalu menemukan solusi yang memiliki makna lebih luas.
Bagi perusahaan, pelajarannya sederhana: jangan terlalu cepat mencari pesan yang terdengar global sebelum memahami realitas lokal. Strategi komunikasi korporasi yang relevan membutuhkan riset, empati, keberanian untuk melihat masalah dari perspektif audiens, serta kemampuan mengubah insight menjadi pengalaman yang nyata.
Sebab pada akhirnya, tugas PR bukan hanya membuat brand terlihat oleh publik, tetapi membuat brand dipahami, dipercaya, dan dirasakan relevan.
Referensi
- Cannes Lions — 73rd Cannes Lions International Festival of Creativity Announces First Winners
- KumparanWoman — Hadirkan Alat Bantu Dengar Hear in Hijab, Wardah Sabet Penghargaan Cannes Lions
- Campaign Indonesia — Dentsu Creative Jakarta Takes Home a Bronze Award from Cannes
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu human insight dalam strategi komunikasi korporasi?
Human insight adalah pemahaman mendalam tentang motivasi, keresahan, dan perilaku audiens yang diperoleh melalui observasi langsung dan percakapan, bukan hanya data kuantitatif. Insight ini menjadi landasan strategi komunikasi korporasi yang relevan.
Mengapa insight lokal bisa beresonansi global?
Insight lokal yang mengangkat nilai universal seperti inklusi, aksesibilitas, dan empati dapat dipahami lintas budaya. Cannes Lions 2026 membuktikan karya dengan konteks spesifik justru mendapat apresiasi internasional karena menyentuh aspek kemanusiaan yang dibagikan semua orang.
Bagaimana PR mengubah insight menjadi pengalaman nyata?
PR berkolaborasi dengan tim produk, desain, dan operasional untuk menerjemahkan temuan riset menjadi perubahan konkret: desain produk, alur layanan, atau interaksi komunitas. Komunikasi lalu membangun narasi di sekitar pengalaman tersebut, bukan hanya menjanjikan nilai secara abstrak.
Apakah perusahaan harus menghilangkan identitas lokal untuk bersaing global?
Tidak. Karakter lokal justru menjadi pembeda (differentiator) saat pesan global cenderung seragam. Audiens modern menghargai brand yang berani menampilkan identitas asli sambil berbicara dalam bahasa universal.
Konsultasikan Strategi Komunikasi Anda
Ingin membangun strategi komunikasi korporasi yang lebih relevan dengan audiens dan konteks bisnis Anda? Konsultasikan kebutuhan corporate communication, PR, dan strategic communication Anda bersama SIP Communication.





